Senin, 20 September 2010

ANALISA USAHA BUDIDAYA TEBU 1 HEKTAR

RENCANA ANGGARAN

Rekap Rencana Anggaran :
= Biaya budidaya Rp. 18.640.000,00
= Biaya tenaga kerja Rp. 2.290.000,00
= Biaya Tebang Angkut Tergantung asumsi hasil produksi. Biaya TA apabila masih dalam Propinsi DIY sebesar kurang lebih Rp. 7.000,00 per kuintal, sedang apabila budidaya dilakukan di luar Propinsi DIY/ jauh dari PG Madukismo terjadi peningkatan biaya TA. Dalam asumsi kita ambil Rp. 10.000,00 per kuintal tebu giling.

ANALISA LABA/RUGI PANEN I :

A. Asumsi = produksi tebu 800 kuintal, rendemen 7,10 %, harga lelang gula Rp. 8.500,00
1. Produksi tebu : 800 kuintal
2. Rendemen 7,10 % = 56,8 kuintal natura, 34 % hasil untuk ongkos giling
3. Hasil gula : 66% x 56,8 ku x Rp. 850.000,00 = Rp. 31.864.800,00
4. Hasil tetes : 2.000 kg x Rp. 1.000,00 = Rp. 2.000.000,00
Jumlah : Rp. 33.864.800,00
LABA = (PENDAPATAN – BIAYA BUDIDAYA) – (Biaya TA = Rp. 10.000,00 x T)
= (Rp. 33.864.800,00 – Rp. 20.930.000,00) – Rp. 8.000.000,00
= Rp. 4.934.800,00

Parameter Kelayakan Usaha :
a. Benefit of Cost Ratio (B/C rasio) = 33.864.800 : 28.930.000 = 1,17
b. Return of Investment (ROI) = 4.934.800 : 28.930.000 = 0,17

B. Asumsi = produksi tebu 800 kuintal, rendemen 8,0 %, harga lelang gula Rp. 8.500,00
1. Produksi tebu : 800 kuintal
2. Rendemen 8,0 % = 64 kuintal natura, 34 % hasil untuk ongkos giling
3. Hasil gula : 66% x 64 ku x Rp. 850.000,00 = Rp. 35.904.000,00
4. Hasil tetes : 2.000 kg x Rp. 1.000,00 = Rp. 2.000.000,00
Jumlah : Rp. 37.904.000,00
LABA = (PENDAPATAN – BIAYA BUDIDAYA) – (Biaya TA = Rp. 10.000,00 x T)
= (Rp. 37.904.000,00 – Rp. 20.930.000,00) – Rp. 8.000.000,00
= Rp. 8.974.000,00

Parameter Kelayakan Usaha :
a. Benefit of Cost Ratio (B/C rasio) = 37.904.000 : 28.930.000 = 1,31
b. Return of Investment (ROI) = 8.974.000 : 28.930.000 = 0,31
………………………………………………………………………........................................................
ANALISA LABA/RUGI PANEN II (TUNASAN I) :
Produksi tebu biasanya meningkat. Namun jika asumsi produksi tetap, rendemen sama dan harga lelang gula di pabrik tetap sama seperti Panen I maka besarnya pendapatan dan biaya tebang angkut sama. Sedang untuk biaya budidaya berkurang dalam pembelian bibit, sewa traktor dan upah tenaga tanam dengan total Rp. 7.150.000,00. Misalkan dengan asumsi produksi tebu 800 kuintal, rendemen 8,0 %, harga lelang gula Rp. 8.500,00, maka
LABA = (PENDAPATAN – BIAYA BUDIDAYA) – (Biaya TA = Rp. 10.000,00 x T)
= (Rp. 37.904.000,00 – Rp. 13.780.000,00) – Rp. 8.000.000,00
= Rp. 16.124.000,00

Parameter Kelayakan Usaha :
a. Benefit of Cost Ratio (B/C rasio) = 37.904.000,00 : 21.780.000 = 1,74
b. Return of Investment (ROI) = 16.124.000 : 21.780.000 = 0,74

ANALISA LABA/RUGI PANEN III (TUNASAN II Dst)
Produksi tebu biasanya menurun sekitar 10%. Cara menghitung analisa laba/rugi sama seperti Tunasan I.

1 komentar:

yon mengatakan...

Biaya Budidaya tersebut apa termasuk biaya sewa lahan (jika petani menyewa lahan)

Poskan Komentar